B

  • A (26)
  • B (31)

Selasa, 12 April 2016

ANTO SUGIARTONO


Nama asli Manthou’s sewaktu kecil. Seorang maestro musik campursari yang berasal dari Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Anak ke-2 dari 6 bersaudara ini sangat menyukai dunia musik semenjak dia masih kecil. Sebelum mengembangkan karirnya di dunia musik, terutama musik campursari. Manthou’s sudah bergelut di dunia musik terutama musik keroncong. Pada tahun 1993, ayah dari empat orang anak ini bereksperimen membuat sebuah musik dengan nuansa baru. Musik ini memadukan alat musik diatonis dengan pentatonis.



Berawal dari musik keroncong, dia memadukan alat musik lainnya sebagai pengembangan musik tersebut. Dia mencoba memadukan alat musik tradisional yang di antaranya adalah gong, kendang, gender, sharon, dll. Sedangkan alat musik keroncong masih dia pakai, di antaranya adalah cuk, cak, bas, dll. Selain itu penambahan alat musik modern seperti keyboard atau organ dan gitar melodi memperindah musik tersebut. Akhirnya sebuah spesies musik baru muncul di tanah air Indonesia ini berkat adanya eksperimen dari seorang seniman dari Gunungkidul ini. 

Jauh sebelum Manthou’s membuat musik campursari dia sudah berkarya sebagai pencipta lagu. Lagu-lagu tersebut sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia pada khususnya. Di antaranya adalah Gethuk yang dibawakan Nur Afni Oktavia, Kangen yang dibawakan oleh Evi Tamala dan untuk jenis lagu pop di antaranya adalah Surga Neraka yang dibawakan oleh Hety Koes Endang, Jamilah yang dibawakan oleh Jamal Mirdad serta Nomo Koeswoyo lewat albumnya yang bertajuk Mbah Dukun. Baca juga entri Manthou’s, Campursari, CSGK.

Sumber: Ensiklopdi Gunungkidul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar