Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2002:1), abangan adalah golongan masyarakat yang menganut agama Islam, tetapi
tidak atau belum melaksanakan ajaran Islam secara keseluruhan. Masyarakat
abangan memiliki spiritualitasnya sendiri, seperti rajin dalam mengikuti
upacara labuhan, selamatan, ziarah kubur dan kepercayaan yang kompleks terhadap
makhluk halus. Di Gunungkidul, masyarakat yang teguh terhadap tradisi dimotori
oleh kelompok abangan ini, yang dewasa ini sedang digali kearifan lokalnya oleh
pemerintah sebagai ciri khas dan identitas lokal. Istilah abangan yang berasal dari kata abang
yang berarti merah, cenderung mengartikulasikan kepentingan politiknya kepada
partai-partai berlambang warna merah, dan mengartikulasikan kepentingan
religiusnya kepada kelompok-kelompok yang mengakui identitasnya. Sudah terbukti
dalam sepanjang sejarah tanah air, desakan dan ajakan yang frontal tak bisa
menembus pedalaman jiwa masyarakat abangan ini, namun justru menimbulkan sikap
antipati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar