B

  • A (26)
  • B (31)

Rabu, 13 April 2016

BABAD SOKOLIMAN


Adalah kisah pembukaan Alas Sokoliman menjadi desa baru yang terjadi sekitar abad 17 Masehi. Desa Sokoliman terletak di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Di desa ini terdapat situs prasejarah berupa bekas peradaban kuno dan disertai adanya mitos. Disebut Alas Sokoliman karena pada masa lalu dianggap sebagai lokasi Kapanditan Sokalima miliki Pandita Durna dalam pewayangan.




Lokasi Kapanditan Sokalima berada di tempat yang saat ini menjadi alun-alun Sokoliman. Dari lokasi ini ditemukan 5 batu bersejarah berukuran panjang seperti tiang dan batu-batu unik yang saat ini telah dipindah dijadikan satu dengan Situs Sokoliman, kurang lebih 300 meter dari alun-alun. Kompleks Kapanditan Sokalima secara lengkap terdiri dari tanah lapang yang diperkirakan sebagai tempat tinggal, Sumur Gede sebagai tempat pemandian, Sumur Cilik sumber air bersih,

Kuburan dan Percandian. Sokoliman periode baru dibuka oleh Mbah Kekok, seorang prajurit dari pengikut Pangeran Sambernyawa yang berasal dari Jurangjero, Ngawen. Peristiwa ini terjadi ketika Pangeran Sambernyawa berziarah ke makam Ki Ageng Giring di Sodo, kemudian kembali ke Gununggambar tempat beliau  bermarkas.

Dalam perjalanan pulang, pangeran melewati hutan yang di situ terdapat bekas-bekas sebuah peradaban kuno, kemudian memerintahkan seorang kepala prajuritnya untuk tinggal dan merawat wilayah tersebut. Setelah berpuasa dan bertirakat selama 40 hari, pada hari Rabu Wage, Mbah Kekok memulai pembukaan Alas Sokoliman dan membangun tempat tinggal di sebelah timur Sumur Cilik. Hari Rabu Wage menjadi hari rasulan bagi masyarakat Sokoliman dan sekitarnya. Mbah Kekok meninggalkan pusaka berupa kitab suci Al Qur’an, tombak dan udeng gilig.

Sumber: Ensiklopedi Gunungkidul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar