Adalah tanaman yang banyak dibudidayakan di hutan Gunungkidul. Pohon akasia termasuk dalam famili caesalpinaceae, suku fabaceae dan marga acacia. Marga atau genus ini dapat dibagi lagi menjadi lima subgenus yaitu acacia, vachellia, senegalia, acaciella dan mariosousa. Beberapa contoh spesies akasia di antaranya adalah acacia melanoxylon, acacia dealbata dan acacia longifolia.
Pohon akasia memiliki daun menyirip. Namun, struktur daun ini bervariasi sesuai dengan jenis spesiesnya. Bunga akasia umumnya tumbuh berkelompok. Warna bunga bervariasi tergantung spesiesnya. Variasinya antara lain merah, putih, kuning pucat, atau ungu. Kelopak bunga akasia berukuran kecil sehingga sulit diidentifikasi karena letaknya tersembunyi di balik benang sari yang panjang. Akasia memiliki duri yang tersebar di seluruh cabang dan merupakan cara adaptasi khas dari pohon-pohon yang tumbuh di iklim kering dan panas. Pohon ini tumbuh baik di daerah beriklim tropis.
Struktur duri pada akasia memberikan tempat perlindungan pada berbagai spesies semut. Selain itu, semut juga mendapatkan makanan yang berasal dari getah tangkai daun. Sebagai balasannya, semut melindungi pohon dari serangan herbivora. Akasia memiliki beberapa manfaat yang dapat digunakan sebagai ornamen dalam industri parfum. Beberapa spesies akasia yang digunakan sebagai pohon hias di antaranya adalah Acacia dealbata, Acacia retinodes, Acacia xanthophloea dan Acacia baileyana. Akasia juga banyak digunakan dalam bidang kedokteran. Tanaman ini dapat digunakan untuk mengobati masalah yang terkait dengan ejakulasi dini. Dalam metode pengobatan kuno, akar akasia yang direbus bisa digunakan sebagai pengobatan untuk rabies.
Sumber: Ensiklopedi Gunungkidul
Pohon akasia memiliki daun menyirip. Namun, struktur daun ini bervariasi sesuai dengan jenis spesiesnya. Bunga akasia umumnya tumbuh berkelompok. Warna bunga bervariasi tergantung spesiesnya. Variasinya antara lain merah, putih, kuning pucat, atau ungu. Kelopak bunga akasia berukuran kecil sehingga sulit diidentifikasi karena letaknya tersembunyi di balik benang sari yang panjang. Akasia memiliki duri yang tersebar di seluruh cabang dan merupakan cara adaptasi khas dari pohon-pohon yang tumbuh di iklim kering dan panas. Pohon ini tumbuh baik di daerah beriklim tropis.
Struktur duri pada akasia memberikan tempat perlindungan pada berbagai spesies semut. Selain itu, semut juga mendapatkan makanan yang berasal dari getah tangkai daun. Sebagai balasannya, semut melindungi pohon dari serangan herbivora. Akasia memiliki beberapa manfaat yang dapat digunakan sebagai ornamen dalam industri parfum. Beberapa spesies akasia yang digunakan sebagai pohon hias di antaranya adalah Acacia dealbata, Acacia retinodes, Acacia xanthophloea dan Acacia baileyana. Akasia juga banyak digunakan dalam bidang kedokteran. Tanaman ini dapat digunakan untuk mengobati masalah yang terkait dengan ejakulasi dini. Dalam metode pengobatan kuno, akar akasia yang direbus bisa digunakan sebagai pengobatan untuk rabies.
Sumber: Ensiklopedi Gunungkidul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar